Sejarah Bus dan Karoseri Perkasa: Kisah Ambisius Lahirnya "Bus Nasional" Indonesia yang Kandas

 


Bagi generasi milenial atau generasi Z yang baru menyukai dunia bus (Bus Mania), nama Perkasa mungkin terdengar asing. Kita lebih akrab dengan sasis asal Jepang seperti Hino dan Mitsubishi, atau pabrikan Eropa seperti Mercedes-Benz dan Scania.

Namun, tahukah kamu bahwa Indonesia pernah memiliki proyek ambisius untuk melahirkan sasis dan bus nasional sendiri? Yap, mereka adalah Perkasa (di bawah bendera PT Wahana Perkasa Autojaya).

Ini bukan sekadar karoseri yang menempelkan bodi pada sasis merek lain, melainkan sebuah industri terintegrasi yang memproduksi sasis, mesin, hingga bodi busnya sendiri secara mandiri. Sayangnya, badai sejarah membuat nama besar ini hilang bak ditelan bumi.

Bagaimana cikal bakal berdirinya Perkasa hingga akhirnya mereka terpaksa gulung tikar dari aspal Indonesia? Dhevils Automotive akan mengajakmu bernostalgia menyusuri sejarahnya.

1. Cikal Bakal Berdirinya: Ambisi Texmaco Group (Akhir 1990-an)

Kisah Perkasa tidak bisa dilepaskan dari raksasa tekstil dan rekayasa industri Indonesia kala itu, Texmaco Group, yang dipimpin oleh pengusaha kawakan Marimutu Sinivasan.

Pada akhir tahun 1990-an, Texmaco memiliki visi besar untuk memajukan kemandirian industri berat di Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Wahana Perkasa Autojaya (WPA) yang pabriknya berdiri megah di Subang, Jawa Barat, mereka mulai merancang kendaraan niaga (truk dan bus) asli buatan dalam negeri.

Perkasa tidak main-main dalam urusan teknologi. Demi menghasilkan produk berkualitas tinggi, mereka menjalin kerja sama dan membeli lisensi teknologi dari beberapa pabrikan top Eropa:

  • Mesin: Mengadopsi teknologi mesin diesel dari Steyr Daimler Puch (Austria).

  • Gardan & Transmisi: Menggunakan lisensi dari Eaton (Amerika Serikat) dan ZF (Jerman).

Maka lahirlah sasis bus Perkasa dengan klaim kandungan lokal (TKDN) mencapai lebih dari 80%. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa pada zamannya.

2. Masa Kejayaan dan Karoseri Pendukung

Bus Perkasa resmi diperkenalkan ke publik pada sekitar tahun 1998-1999. Di tengah situasi ekonomi Indonesia yang baru saja dihantam Krisis Moneter (Krismon) 1998, kehadiran Perkasa menjadi angin segar karena harganya yang jauh lebih murah dibanding sasis impor, namun memiliki spesifikasi mesin Eropa yang bertenaga.

Perkasa merilis beberapa tipe sasis bus yang sangat bertenaga di zamannya:

  • Perkasa B 07 A (Mesin Depan)

  • Perkasa B 07 B (Mesin Belakang)

Mesin Steyr yang digendong bus Perkasa memiliki suara yang khas dan tenaga yang badak, yakni berkisar antara 195 PS hingga 250 PS. Angka ini tergolong sangat besar di era akhir 90-an.

Karoseri yang Menggandeng Perkasa

Karena PT Wahana Perkasa Autojaya juga memiliki divisi karoseri sendiri, mereka kerap menjual bus dalam bentuk sub-assembly atau bus utuh. Namun, ketangguhan sasis Perkasa juga membuat karoseri-karoseri besar tanah air kepincut untuk merakit bodinya.

Beberapa PO (Perusahaan Otobus) legendaris Indonesia langsung memborong bus ini, seperti PO Nusantara, PO Sahabat, PO Bhinneka, hingga digunakan sebagai armada bus kota Damri dan bus TNI/Polri.

3. Awal Mula Kemunduran dan Hilangnya Perkasa dari Indonesia

Meskipun produknya dinilai sangat potensial dan tangguh, umur kiprah Bus Perkasa di Indonesia tergolong sangat singkat (hanya bertahan efektif hingga awal tahun 2000-an). Apa yang menyebabkan "Bus Nasional" ini hilang dari peredaran?

Berikut adalah beberapa faktor utamanya:

A. Kebangkrutan Induk Perusahaan (Kasus BLBI)

Faktor utama hancurnya Perkasa bukanlah karena kualitas produknya yang buruk, melainkan karena masalah finansial yang menjerat induk perusahaannya, Texmaco Group. Texmaco terseret dalam krisis utang yang hebat pasca-Krismon 1998 dan masuk ke dalam pengawasan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional). Pabrik megah di Subang akhirnya terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan modal kerja.

B. Masalah Suku Cadang (Spare Parts)

Karena pabriknya berhenti beroperasi secara mendadak, pasokan suku cadang resmi untuk mesin Steyr dan komponen sasis Perkasa langsung terhenti. Hal ini membuat para pengusaha PO bus kesulitan melakukan perawatan.

C. Kanibalisme Mesin oleh Para PO

Demi menyelamatkan investasi mereka, banyak PO bus yang akhirnya membuang mesin asli Perkasa (Steyr) yang rusak karena ketiadaan suku cadang, lalu menggantinya dengan mesin curian atau mesin copotan dari truk/bus merek Hino atau Mercedes-Benz. Alhasil, identitas asli bus Perkasa perlahan-lahan hilang di jalanan.

Kesimpulan: Warisan Sejarah yang Patut Diapresiasi

Kisah Karoseri dan Bus Perkasa adalah kisah tentang sebuah ambisi besar anak bangsa yang lahir di waktu yang salah. Di tengah badai politik dan ekonomi akhir tahun 90-an, proyek bus nasional ini harus kandas sebelum mencapai puncak kejayaannya.

Meskipun kini wujud aslinya sudah hampir mustahil ditemukan di jalanan Indonesia, Perkasa tetap tercatat dalam tinta emas sejarah otomotif nasional sebagai bukti bahwa Indonesia pernah mampu memproduksi bus modern berstandar Eropa secara mandiri.

Bagaimana tanggapan sobat pembaca Dhevils Automotive? Apakah ada di antara kamu yang pernah merasakan sensasi menaiki bus bermesin Perkasa Steyr ini di masa lalunya?

Tulis cerita atau kenangan kamu di kolom komentar di bawah, ya! Jangan lupa klik share agar sejarah bus nasional ini tidak dilupakan begitu saja oleh generasi muda!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih Mobil Diesel Apa Bensin?

Blazer Dari Masa ke Masa

Tips merawat mobil diesel